Iklan Masih Jadi Tolak Ukur Pembelian Smartphone 2021

Handphone, Hp, Gadget, Tv, Teknologi, Elektronik

Iklan Masih Jadi Tolak Ukur Pembelian Smartphone 2021

Iklan Masih Jadi Tolak Ukur Pembelian Smartphone 2021

Iklan memainkan peran penting dalam memicu pembelian smartphone, seperti yang diakui oleh 58 % responden berasal dari survei yang dikerjakan di tujuh pasar secara global. Iklan Facebook, misalnya, paling kerap dikutip sebagai media paling berpengaruh dalam memicu atau merubah ketentuan seputar pembelian ponsel cerdas di empat pasar utama – India, Indonesia, Inggris, dan UEA.

Studi yang dikerjakan oleh GfK, ditugaskan oleh Facebook untuk mendapatkan pemahaman mendalam perihal pembeli ponsel cerdas dan peran iklan dalam perjalanan konsumen. Lebih berasal dari 10.500 pengguna ponsel cerdas disurvei di tujuh pasar – India, Indonesia, Brasil, Spanyol, Rusia, Inggris Raya, dan Uni Emirat Arab. Survei online selesai terhadap November 2019.

“Meskipun tidak bisa dihindari bahwa beberapa pembeli barangkali beranggap iklan mengganggu, intinya adalah bahwa mayoritas pembeli secara mengetahui atau tidak mengetahui melepas iklan merubah sistem pengambilan ketentuan mereka ketika membeli smartphone. Media sosial khususnya, memainkan peran kunci dalam sistem ini, ”kata Karthik Venkatakrishnan, Pemimpin Regional, Pemasaran dan Intelijen Konsumen, GfK Asia.

Efek iklan dalam mendorong niat membeli paling tinggi di pasar seperti India dan Indonesia, di mana lebih berasal dari 60 % mengutipnya sebagai pemicu pembelian. Bahkan di Eropa dan Rusia, lebih berasal dari 40 % juga memicu klaim yang sama.

GfK menyebutkkan bahwa media dan kesibukan promosi sangat penting untuk mendorong penjualan. Sekitar 14 % penjualan didorong oleh dampak langsung berasal dari bauran pemasaran merek.
Pasang Bola
Selain itu, norma-norma mengutarakan bahwa branding itu sendiri, bisa mendorong penjualan — kira-kira 16 % berasal dari keseluruhan penjualan didorong oleh dampak kumulatif berasal dari pemasaran brand yang dibangun d berasal dari saat ke waktu.

Efek branding juga tercermin dalam survei online. Upaya produsen ponsel pandai China dalam pencitraan brand tampaknya udah menghasilkan hasil gara-gara mereka nikmati preferensi brand yang kuat. Secara keseluruhan, 36 % pembeli udah memilih brand China sebagai brand yang paling mereka sukai. Persentase ini tertinggi di India (53%), Rusia (49%) dan Indonesia (43%).

Selain melihat dampak keseluruhan berasal dari pemasaran dan pencitraan merek, norma Pemodelan Bauran Pemasaran GfK juga menyoroti efisiensi penggerak media individu. Efek langsung media digital mempunyai ROI 4,3x lebih baik berasal dari media tradisional. ROI ini dipimpin oleh media sosial yang 10x lebih baik berasal dari media tradisional.

“Karena pandemi udah merubah dunia kita secara drastis, pemasar mesti mengayalkan kembali siasat pemasaran mereka untuk menjangkau pembeli secara lebih efektif. Studi ini menyoroti pentingnya menggunakan pemodelan bauran pemasaran untuk lebih mengetahui keefektifan pemasaran lintas saluran konsumen, “kata Bryan Wang, Direktur, Ilmu Pemasaran, Greater China, Facebook.

Baca Juga:Hasilkan Konten yang Menarik, Ini 3 Fitur Wajib Ada di Smartphone

Lebih jauh kajian berasal dari Market Intelligence GfK (pelacakan Titik Penjualan) membuktikan bahwa pasar ponsel cerdas global udah melewati yang terburuk. Data GfK melaporkan penurunan enam % tahun-ke-tahun dalam penjualan global di bulan paling akhir Juli, dibandingkan bersama dengan titik terendah -37 % di bulan April. Beberapa pasar apalagi udah jadi membuktikan kinerja positif, seperti Rusia (14%), Brazil (9%), dan Indonesia (8%).

“Permintaan pembeli kembali gara-gara keperluan ekonomi dan seruan untuk kembali ke keadaan normal mendorong negara-negara keluar berasal dari lockdown,” tambah Karthik. “Data GfK membuktikan bahwa penjualan ponsel cerdas global udah capai titik terendah dan terus pulih.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *